Ordinary Me

‘writting nonsense just to keep sane’

buah tak jatuh jauh dari pohonnya February 20, 2009

Filed under: tentang anak — hawe69 @ 5:03 AM

‘Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga’
‘Guru kencing berdiri, murid kencing berlari’

Kalo dalam bidang biology, pepatah diatas bisa dijabarkan lebih lanjut dengan breakdown setiap DNA, setiap brain sell, genetika, ekosistem dan emotional habit, dan seterusnya dan seterusnya.

Karena gw bukan orang science, pepatah diatas cuma bisa gw iyakan dengan pengalaman pribadi maupun pengalaman teman-teman.

Jadi orang tua itu susah susah gampang. Untuk mengerti, understand, mendidik seorang anak juga susah susah gampang. Dan bukan gw doang yang mengalaminya… semuaaaaa orang tua seharusnya tau hal ini. Atau harus nonton acara ‘Super Nanny’ dulu baru ngeh..?

Peristiwa pertama:
Papa pulang membawa sebuah earplug, dan sang anak bertanya,
‘Itu apa Pa?’.
‘Oh, ini earplug nak, buat tutup kuping biar suara bising tidak terlalu terdengar di kuping?’.
‘Lho, kenapa papa pakai itu ?’, kata anak lagi.
‘Papa pakai karena papa kan tugas di pesawat, dan suara mesin pesawat itu bising.’
‘Oh gitu, aku boleh pakai gak Pa?’, tanya anak itu lagi.
‘Ah, kamu pakai kalau mama lagi ngomel-ngomel aja yah, biar gak kedengaran.. hahahah’, sang papa bercanda.
Anak manggut-manggut aja.
Next day..
Papa pulang dan melihat anak sedang berantem dengan kakaknya. Muka papa langsung terlihat marah. Sang anak melihat raut papanya yang sudah siap ngomel, langsung lari ke kamar atas. Papanya jadi bingung,’Mau ngapain tuh anak, takut kali’, begitu pikirnya. Ternyata, pas anak turun kembali, di kupingnya sudah terpasang earplug.

Pintar kan? Yang di’ajarkan’ sang papa berhasil di’emban’ sang anak.

Peristiwa kedua:
Anak berteriak kepada ibunya,
‘Ibu, ayo dong temani aku ke warung depan’.
Ibunya menjawab, ‘Aduh nak, GAK LIAT APAH IBU LAGI NGAPAIN ?’.
Ibunya lagi masak di dapur.
Lain hari, Ibu berteriak ke anak,
‘Nak, ayo dong buruan mandi nih, udah siang’.
Anaknya menjawab, ‘Aduh Bu, GAK LIAT APAH AKU LAGI NGAPAIN?’.
Anak lagi main Playstation.

Pintar kan ? Kalau Ibu bisa berdalih begitu, berarti anak bisa juga dong.

Peristiwa ketiga:
Ayah lagi bantuin adik bikin PR. Adik berkata dengan jumawa,
‘Ah, ini mah gampang ,Yah. Aku bisa kok!’
Ayah berusahan menasehati,
‘Jangan begitu. Biarpun gampang, kamu tidak boleh bilang gampang, itu namanya sombong. Kerjakan saja dengan baik’
Adik manggut-manggut.
Besok-besoknya, adik akan ada ulangan di sekolah. Sekarang giliran Bunda yang membantu adik belajar. Bunda membolak-balik contoh soal, dan memilah-milah mana yang harus dilatih sambil bilang,
‘Hm.. yang ini gampang, adik gak usah buat.. hm, yang ini juga gampang..’.
Adik nyeletuk,’ Eh, Bunda, gak boleh ngomong begitu. Kata Ayah gak boleh ngomong gampang. Gak boleh sombong lho, Bun’

Hehehehe.. pintar juga kan ?

Jadi kesimpulan :
Semua anak normal tuh pintar dan penurut, gampang diatur. Gak ada tuh anak bodoh, anak bandel, gak dengar omongan orang tua, susah diatur, suka ngelawan.

Orang tua harus sering intropeksi diri. Jadi teladan yang baik. Dan itu sullllitttt buanget! Karena kadang orang tua juga bandel sihhhh…

🙂

Advertisements
 

5 Responses to “buah tak jatuh jauh dari pohonnya”

  1. paulpla Says:

    he he he,
    Kalo ada orang yang komplain tentang anak saya (misalnya nimbrung ke kantor dan mulai bikin onar), biasanya saya jawab:
    “yah lihat aja bapak dan ibunya…”
    Salam.

    Wah, Bapak sudah berbesar hati mengakui sering bikin onar seperti anaknya.. bagus Pak! orang tua yang bijaksana..hahaha

  2. Susah sekali jadi orang tua itu! Salah ngomong dikit, anaknya langsung merekam. Padahal saya selalu ngomong ceplas-ceplos biar ngajari jujur, tapi efeknya ya ternyata nggak selalu bagus. Hm, ada nggak ya yang mau jadi anak saya?

    🙂 seorang teman dulu pernah ‘kritik’ gw yang ceplas-ceplos: belajar berpikir dulu sebelum bicara, jangan bicara apa yang kita pikir, kadang sesuatu lebih baik tidak diungkapkan.

  3. mas stein Says:

    sampeyan tau lagu cats in the craddle ? coba perhatiin liriknya, bagus! saya sampe termenung, abis itu pulang dari kantor walopun capek saya paksain maen sama anak saya 😆

    makasih mas stein atas masukan liriknya 😉
    saya juga selalu bilang ke diri sendiri kalo anak mulai ‘demanding’: “nanti kalo dia sudah besar, gak mungkin mau lagi ‘gaul’ ama orang tuanya, jadi selagi masih mau, yah ladenin aja”

  4. […] Father Like Son Abis mlaku-mlaku dari blog ke blog, gak sengaja nemu ini, saya jadi inget pernah baca tulisan yang membahas masalah like father like son ini. Sampeyan […]

  5. baitul alim Says:

    mendidik anak sangat perlu untuk hati-hati, jangan sampai salah dalam mendidik anak sehingga membuat anak menjadi orang yang pesimis, minder dan lain-lain.karena didikan ortu dapat membentuk kepribadian anak.

    —————————————————-
    Bagaimana cara mendidik anak agar sukses dan bahagia di anekapilihan.com

    Iklan yah ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s