I believe the children are our are future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children’s laughter remind us how we used to beEverybody searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfill my needs
A lonely place to be
So I learned to depend on meI decided long ago, never to walk in anyone’s shadows
If I fail, if I succeed
At least I’ll live as I believe
No matter what they take from me
They can’t take away my dignityBecause the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me
The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of allAnd if by chance, that special place
That you’ve been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love
(Yang gak tau lagu diatas, pasti kelahiran taon 90-an deh.. hahaha..)
Tiga bulan terakhir ini, gw mendapatkan breakthrough tentang inner-judgement terhadap tubuh gw. Setelah terperangkap selama hampir 20tahun dengan Yoyo-Diet, gw akhirnya menyadari akar dari permasalahnnya: I didn’t LOVE myself enough!
Yoyo-Diet terjadi, jika siklus diet kamu seperti ini :
1. Merasa gemuk karena timbangan naik, baju mulai kesempitan, atau ada yang bilang, “Eh, gemukan, yah kamu sekarang”.
2. Mulai diet, mengurangi konsumsi makanan, olahraga gila-gilaan.
3. Beberapa saat setelah usaha diatas, hasil tidak memuaskan. Tidak ada komentar, “Eh, kurusan, yah kamu sekarang”
4. Mencoba cara diet baru, liat-liat iklan penurunan berat badan, bertanya-tanya dengan orang-orang yang pernah ikut program diet ini-itu.
5. Ada hasil baru, dapat komentar, “Eh, bener lho, kamu kurusan dan lebih sexy“. Senang dan memutuskan untuk berhenti program diet ini-itu. Dan berat badan kembali naik secara pasti.
6. Kecewa, depresi, memicu emotional-eater.
7. Kembali ke no.1
Siklus ini bisa berlanjut bertahun-tahun seperti yang gw alami. Sampai pernah ditanya oleh Personal Trainer gw, hampir 2taon lalu,
”Apa sih motivasi yang menyebabkan kamu mau menurunkan berat badan?”
Waktu itu gw jawab, “Biar bisa pakai baju yang ‘u-can-see’, biar bisa tampil sexy seperti orang-orang itu ”…
TEEETOOTTT!! WRONG ANSWER, DARLING!!!!
Makanya, gak berhasil kan work-out gila-gilaan saat itu. Karena, itu bukan alasan yang benar. Seperti menyembuhan rasa sakit dengan cuma memberikan pain-killer, tapi tidak diobati sumber rasa sakit yang sebenarnya.
Baru akhirnya, ada bacaan yang ‘membuka mata’ gw,
“Start your diet by LOVING yourself first“
Karena, kalau kamu sayang dengan diri kamu, kamu tidak akan ‘merusak’ diri kamu. Kamu akan ‘rela berkorban’ demi cinta itu, dan diet akan menjadi lebih mudah tanpa kemarahan… it will be effortless.
Dulu, waktu kecil, panggilan gw adalah ‘jibe’ yang artinya gendut, dan ‘ireng’ yang artinya berkulit hitam. Gw gak menyalahkan orangtua gw karena memberi nick-name seperti itu, karena sebenarnya itu adalah panggilan sayang. Tapi, alam bawah sadar mau tidak mau PERCAYA kalo gw itu, gendut dan berkulit hitam.
Kalau untuk urusan berkulit hitam, hm..pas SMP, ada yang bilang kalo hitam itu manis..eksotik..haha, jadi gak pernah ngelanjutin niat untuk memutihkan kulit lagi selepas SMP. Tapi untuk urusan gendut, gw terus melakukan diet dan gak pernah puas……there you go the yoyo-diet cycle.
Makanya, gw berusaha menghindar untuk memberikan ‘label’ negatif ke anak gw… walaupun kadang kelepasan juga…hehehe. Seperti lagu Whitney Houston di atas, ‘Show them all the beauty they possess inside’.
Jadi, setelah gw tau permasalahan yang sebenarnya dengan diri gw, gw mulai lebih bijaksana memilih makanan yang masuk mulut, mulai lebih rajin olahraga tanpa ngomel-ngomel sendiri, mulai bercermin dan bilang ke diri sendiri, “Hei, I love you, the whole you, overweight and all”.
Gak semua orang tercipta dengan tubuh yang sexy, dengan susunan DNA yang buat tubuh tetap langsing walau makannya kayak kuli… terima itu, deal with it, choose to love yourself and you’ll always be HAPPY.
Karena,
Learning to love yourself
It is the greatest love of all
Kali ini, kalau ada yang tanya, “Apa sih motivasi yang menyebabkan kamu mau menurunkan berat badan?”
Gw akan jawab, “Karena gw sayang ama badan gw, gw mau dia tetap sehat, berenergi dan bahagia”
I’m may be five kgs lighten than I was six months before,
I’m may be still ten kgs heavier than I was six years before,
but, I’m happier now than I was before.
Tambahan,
Mungkin itulah kenapa, orang-orang yang narsis, cinta pada diri sendiri… selalu terlihat bahagia.. hahahaha..
“Hei, I love you, the whole you, overweight and all”.
Kalimat yang ini manis bener
I didn’t LOVE myself enough!
Dan gua tertohok di bagian yang ini, ahahahaha
hehe..
so.. apa yang Indah bilang saat bercermin ?
hmmm… perubahan paradigma yg kayaknya bisa membantu diet neh….
btw gw suka banget lagu itu “the greatest love of all”
make me proud to be myself he..he..
salam kenal, nice post
well, tks for reading.
so, i guess you dont have problem with self-esteem…
tertohok dengan tulisan ini…
tapi saya sekarang dengan sadar diri berusaha mati-matian mengurangi makanan junk food gak guna dan gak sehat itu…
it’s a matter of a wise choice of foods, Ra..
Bagus kalo kitanya sudah sadar dan motif dietnya sudah benar.
*semangat!*
hmm, looks easy but hard to do
isn’t everything like that.. ? easy to say/think but hard to do.. hehehe..
temptation everywhere, Ru.. hahaha
Oohh.. perasaann.. eehhmm.. I never really really look at the mirrow to see my own reflection staring back at me dhe, Hawe, hehehe
*masih takut mengartikan tatapannya kira2 bakal bilang apa pas gua menatap matanya :p*
ohhhh gitu..
Eh itu yang di atas maksudnya “mirror” and bukan “mirrow”, ahahahaha
typing error.. maklum dahhh.. hehee
waduuuh tertampar bolak – balik baca postingan ini
yo yo diet
aih
that is soo me
walopun gue cinta sama diri sendiri sih tapi entah pengen diet2an molo hehhee
orang narsis pantang diet…huahaha..
bukan diet kali , Ka tapi menjaga berat badan, maintaining program
Diet for love apa love for diet??
Salam
diet for love dunk, say
wuw,,, lam kenal yah,, keren artikelnya
makasih
bener…cintai tubuh sendiri. deal with it, choose to love yourself and you’ll always be HAPPY.
gw ga mau maksain diet buat badan kurus dan bisa make baju slim tapi tubuhku tersiksa
Hi, Desty..
tks for agreeing.. setuju dah..
diet untuk sehat, kalo bisa pakai baju sexy..yah ini bonusnya aja.
what a great writing above..!
setuju sekali, tulisannya byk mengantar kesadaran..
salam kenal,
classically
tks Classi..
sebenarnya menulis itu yah seperti menyadarkan diri sendiri (terutama yang evil-side)juga sih.. haha
Gue cuma pengen punya gak susah nyari baju, dan masih keliatan okey dengan rok-rok mini yang gue pake itu..
kalo masalah perut…gue udah pasrah…dan tinggal ngomong..
“Heyyy, gue udah beranak niyy, what do you expect!?!?”
Kekekekekekkee…
he-eh…
ah, lu mah sexy dah segitu.. udah PAS!
yang bilang lu gendut mah matanya katarak kalee..
upsss… Tatang yah yang bilang gitu.. hahahaha. *peace*